Empat Ancaman Medsos Pada Perkawinan

ancaman internet
Pembaca Gayagadget yang hebat,

Kita, generasi milenial — tanpa sadar sebenarnya hidup di dua alam. Serupa dengan kodok – makhluk amphibi yang hidup di dua alam. Bedanya, mereka hidup di darat dan di air. Kita hidup di dunia nyata dan dunia maya.

Satu hal yang tidak bisa kita sangkal, memang. Kehidupan dunia modern tak bisa lepas dari dunia maya, dimana ruh kita gentayangan di dunia cyber. Terperangkap dalam kotak ajaib bernama gadget. Melayang dalam dunia tanpa batas. Bertemu beragam manusia dengan beda karakter, agama, dan suku bangsa. Tralaaaaa  …. Dunia lain berada di jemari kita dalam hitungan detik.

Banyak tulisan yang membahas efek positif internet. Kali ini saya ingin berbagi tentang sisi gelapnya, Empat Ancaman Medsos Pada Perkawinan. Untuk melengkapi pemahaman sahabat pada tulisan ini, silahkan dibaca juga Waspada Bahaya Gadget Pada Keutuhan Keluarga.

Mengapa Media Sosial bisa mengancam keluarga? Inilah jawabannya

Perkawinan Orang lain nampak sempurna

Selfie …

Selfie, Selfie

Cekrek … cekrek!

Sering banget saya melihat foto sahabat mampir di beranda media sosial.  Sudah pasti dong, mereka cuma foto upload foto terbaiknya. Bukan foto dasteran di dapur dengan muka cemong kena asap kompor atau tumpahan minyak goreng.

Tidak sedikit yang posting foto bareng pasangan. Saling peluk menebar senyum dalam remang cahaya lilin #MakanMalamRomantis,  itulah tagar yang terpasang dalam caption foto mereka.

Dikau juga pasti sering banget kan, nemuin foto semacam itu. Saat scroll newsfeed, terbaca begitu banyak hubungan dan pernikahan sempurna di dunia ini.

“Bahagianya jika pernikahanku seperti mereka?,”gumanmu.

“Mengapa suamiku gak pernah ngajak dinner seperti itu. Bosankah dia?” rungutmu

“Kapan istriku bisa masak seperti itu. Gak ada usaha!” keluhmu

Naah, ini yang bahaya! Kita sering membandingkan perkawinan kita dengan pernikahan ideal milik orang lain, yang kita cuma tahu kulitnya.

Apa yang terjadi kemudian?

Kecewa dan galau melanda. Borok dalam perkawinan kita jadi lebih jelas terlihat. Terang berderang, seperti sepatu hitam di atas lantai keramik putih. Rasa syukur berkurang. Sabar melayang. Angan-angan tambah panjang. Kapan ya, gua bisa romantic dinner kayak gitu? Kapan ya, bisa lihat langsung menara Eiffel seperti mereka?

Ketahuilah sahabat,

Kamu cuma tahu sedikit tentang perkawinan mereka. Lebih banyak hal yang tidak mereka tampilkan dan tidak engkau ketahui. Banyak yang posting sekedar portrayal – alias pencitraan yang tidak menghasilkan piala citra 🙂 dari pada menampilkan hal yang sesungguhnya.

Daripada terjebak perangkap membandingkan diri dengan perkawinan yang (terlihat) ideal milik orang lain,  lebih baik kerahkan upaya untuk memperkuat hubungan dengan pasangan sekarang

Layar handphone menggantikan muka pasangan

Kamar tidur, cieee … selalu jadi tempat untuk menjalani momen intim bagi pasangan menikah. Ingat Ingat … saya tidak bilang semata seks, loh. Bisa juga pelukan romantis, percapakapan manis, dan curhat seputar keseharian. Semua aktivitas ini mampu meningkatkan hubungan. Membuat benih asrama berkembang, makin subur di tanah gembur.

Sayangnya, percakapan face to face seperti ini, sudah banyak tergeser oleh kegiatan screen-to-screen. Suami menghabiskan waktu dengan texting, atau chat dengan teman kantor. Istri sibuk ngobrol dengan mantan teman SMA. Bisa juga sibuk buka situs belanja online. Berabe, ya?

Tidak sedikit, teman maya atau teman masa lalu yang kembali bertemu di fesbuk jadi makhluk pengancam perkawinan. Interaksi yang berawal dari saling like status berlanjut komen, merangkak jadi obrolan. Akhirnya berkembang jadi ketergantungan emosional. Jenis perselingkuhan emosi yang bisa berubah jadi affair fisik.

Kejujuran Makin Mahal

Kamu, iya kamu!

Pernahkan merasakan, betapa mujurnya bisa nyambung lagi dengan teman SMA, atau mungkin SMA. Kegembiraan yang membuncah karena nemuin dia lagi setelah lama lost contact. Pasti pernah, kan? Ayo ngaku … sampai dimana hubugannya?

Sayangnya sedikit yang mau jujur mengungkapkan ini pada pasangan. Temanmu tidur satu selimut.

Aaah, biarin aja! dia gak perlu tahu, toh kami cuma ngobrol dan cerita masa lalu.”pikirmu, membela diri.

Ketahuilah sahabat,

Tindakan dikau. Chatting dan texting *maaf pake Inggris* dengan orang lain akan menimbulkan tanya. Bisa jadi lho,  memancing pasangan melakukan hal serupa. Yang kemudian terjadi adalah sikap skeptis dan masa bodoh. Merasa ini tindakan yang wajar.

Yang perlu diingat, mulailah bersikap terbuka. Dengan siapapun kamu terhubung secara maya. Sikap jujur ini akan membuat hidup lebih ringan dan indah. Tidak diganduli beban beratus kilo yang membuat punggungmu bungkuk, sampai akhirnya ngaku setelah gak kuat menyembunyikan bau busuk.

Bagaimanapun sebuah kebohongan tersimpan rapi, suatu hari nanti pasti akan terbongkar.

Godaan Masa Lalu

Apa yang terjadi setelah dikau terhubung dengan teman lama di Medsos. Secara psikologis obrolan jadi begitu menyenangkan. Pikiran menyeretmu ke masa-masa menyenangkan dulu. Gak mikir kerjaan dan repotnya cari duit. Gak pusing rekening listrik, air, dan angsuran rumah. Gak pusing gimana mikir beli susu besok.

Keriangan itulah yang sering membuat dua pihak lebih akrab. Hubungan awal yang semula Cuma saling like status berubah jadi chatting, saling bertukar pesan sinkat. Kemudian penasaran, seperti apa sih suara dia sekarang? Jegerrr! Akhirnya kalian pun terlibat dalam percakapan telpon. Saling hai!, haha … hiihi, akhirnya ngobrol panjang kali lebar kali tinggi. Memang ngukur lapangan bola!

Banyak kasus yang akhirnya menggiring dua pihak untuk janjian ketemu. Bisa jadi ada yang berlanjut dengan hubungan asmara. Walau hubungan jangka pendek dan tidak berlanjut, pengkhiatan macam gini bisa menyebabkan kerusakan yang sukar diperbaiki.

Daya Tarik Hidup Single

Saya dan beberapa teman yang sudah nikah sering banget menggoda rekan jomblo. Semacam bully persahabatan. Kadang terselip motivasi agar mereka cepat menikah.

Tendangan balik yang mereka lemparkan cukup menohok. Mereka membalas dengan cerita betapa menyenangkannya hidup membujang; Tidur seharian saat weekend, pesta semalam suntuk, travelling, bebas mengerling wanita lain, atau sekedar mancing ngilangin pusing.

Cerita yang bikin panas dan makin membakar iri hati, ketika membaca status dan foto selfie para jomblo saat ngafe atau bertualang di alam bebas.

“Duhhh  …. Nikmatnya hidup mereka. Anda aja gua masih jomblo!” 

Pikiran seperti itu kerap terlintas saat seseorang dihadapkan pada situasi rumit rumah tangga.  Bagaimana dengan pembaca yang sudah berkeluarga. Adakah yang terlintas pikiran seperti itu?

Buat yang masih single, ini juga bisa jadi penghiburan, yang mudah-mudahan tidak melenakan. Bahwa banyak juga kepingan indah yang bisa dinikmati saat masih sendirian. Fair bukan?

Semoga, tulisan tentang Empat Ancaman Medsos Pada Perkawinan ini, bisa jadi renungan, agar lebih aware dalam mengelola waktu kita di dunia maya.

Mungkin ada pembaca yang punya pengalaman unik lainnya? Silahkan ditambahkan di kolom komentar.

 

Silahkan tinggalkan balasan anda