Mitos dan Fakta Seputar Cinta dan Pernikahan

Cinta dan Pernikahan
Pernikanan Bahagia

Apa sih yang ada dalam pikiranmu tentang cinta dan pernikahan yang sempurna sempurna?

Banyak dari kita yang lantas membayangkan tentang; Percakapan manis di sofa, jalan bareng di taman, atau menghabiskan sore bersama dengan candle light dinner. Yaaaa … apa iya?

Gimana dengan kamu, Sob?

Manakala terpikir tentang hubungan harmonis, bayangan yang bermain di kepala adalah semua hal positif. Adegan romantis, dan manis gak pake meringis. Ditambah bayangan slow motion yang menggambarkan sikap saling menghargai, dukungan, semangat, dan cinta tanpa syarat yang tak basah oleh hujan, tak mengering karena kemarau. Fuiiiiiihhhhh, manis banget kan?

Yesss …. Saya juga terkadang berpikir seperti itu. Ingatan saya kembali pada adegan yang sering digambarkan dalam drama Korea dan novel romantis. Itulah sikap saya sebelum tahu tentang mitos dan fakta seputar cinta dan pernikahan.

Betul juga sih, semua gambaran tersebut adalah bagian penting sebuah pernikahan. Tapi, jangan terlalu lebay lah, Sist *Maaf manggil Sist, yang bro nyusul nanti ya 😉 * membayangan sebuah rumah tangga semata saling pandang penuh cinta, bertukar senyum, dan berjuta hal manis lainnya.

Sebuah hubungan, baik dalam taraf pacaran, terlebih sebuah keluarga, jauh lebih komplek dari yang kita bayangkan. Tidak semanis novel atau film romantis dari Perancis. Percintaan yang selalu digambarkan dengan jemari saling bertaut, ciuman romantis, atau pelukan dibawah gerimis. Itu semacam dongeng kali, woooy. Bukan fakta!

Lha iyalah … hubungan seperti itulah yang sering kita impikan. Bener gak, Mas Brow!
.
Gak heran banget jika jenis novel, film, dan sinetron model begonoh, begitu digilai penonton – terutama kaum hawa.

Siapa juga yang gak berharap hubungan ideal semacam terjadi dalam kehidupan. Bahayanya, tidak semua orang bisa memperoleh hubungan sempurna seperti digambarkan pada sabagian bersar film romantis

Setuju nggak? Setuju atau tidak, ijinkan saya lanjut ngoceh. Rubrik Relationships kali ini akan membahas seputar Mitos dan fakta seputar cinta dan pernikahan.

Dalam hubungan cinta maupun pernikahan, bayangan ideal yang digambarkan diatas tadi, tidak mungkin kita peroleh. Bukankah, Semua film apapun jenisnya menjual khayalan dan impian yang melenakan penontonnya.

Sayangnya, seabreg hal berlawanan beraroma asin, pahit, dan kecut mencekik lidah bisa terjadi dalam dunia nyata. Saat layar ditutup, saat lembaran buku mencapai halaman terakhir, kehidupan yang sebenarnya baru dimulai.

Cling! Wolcome back to the real world.

Sekarang, kamu sudah ada di dunia nyata. Habitat kamu yang sebenarnya. Dunia dimana kamu harus menerima fakta tentang cinta dan pernikahan. Bukan mitos yang menghanyutkan tersebut.

Ketika itu terjadi, bersiaplah untuk menerima banyak kenyataan pahit tentang cinta. Tak pernah ada hubungan yang sempurna. Akan banyak perisitiwa berbeda dalam duniamu. Bertolak belakang dengan gambaran yang terlihat dalam sinetron dan novel.

Bangunlah, kawan!

Jangan terbuai mimpi dan berharap berlebihan. Terima kenyataan tentang manis pahitnya sebuah hubungan. Perlu sikap realistis sebelum gambaran palsu yang sempurna tersebut merusak hubunganmu dalam dunia nyata karena ekpektasi yang berlebihan.

Berikut adalah mitos dan fakta tentang cinta dan pernikahan yang sering bertolak belakang dengan gambaran awal pelakunya :

Tak ada Hubungan yang sempurna

Tak ada manusia yang sempurna, berarti pula tidak ada hubungan yang sempurna. Orang yang menyatakan hal sebaliknya cuma seorang optimis tanpa harapan yang mengabaikan kenyataan. Bayangan palsu dari orang yang gak pernah ngalamin membina hubungan dalam dunia nyata. Mereka cuma tahu konsep ideal dari film dan lagu.

Ini kenyataan! Tak peduli sepahit apaun, jangan sampai menghentikan mimpimu untuk menjalaninya dengan orang yang diimpikan. Jangan pula menyerah dalam usaha mencari pasangan, but be realistic, my friends! Terima kenyataan bahwa tak ada hubungan yang 100% sempurna. Akan ada benturan, hantaman, hempasan yang membuat kapalmu oleng berlayar di samudra kehidupan. Pasti ada 10, 20, 30 persen hubungan yang tidak sesuai impian.

Coba pandang kakimu, masih nginjek tanah kan?
Perhatiakan juga punggung pasangan hidupmu, Belum numbuh sayap, kan?
Yep …. kalian berdua masih manusia tidak sempurna yang hidup di dunia yang juga tidak sempurna. Gak mungkin banget deh, bebas dari cacat dan kekurangan.

Cinta akan pudar dan berakhir

Apa sih niat awal kamu baca tulisan ini?

Sudah pasti karena ingin tahu gambaran hubungan yang benar. Artinya, dikau juga harus siap menerima fakta tentang cinta. Bukan cinta khayali dalam film atau lirik lagu romantis, gambaran salah yang membuat banyak pasangan kecewa. Yang mereka temui tidak seindah dalam film. Yang mereka hadapi, tidak semanis lirik lagu favorit.

Jika gambaran itu benar, tentu tidak ada perceraian.
Tak ada cinta seumur jagung
Tak ada maskara yang luntur
Tak ada mata sembab dan bantal basah karena derita cinta

Kebenaran yang banyak dilupakan orang adalah, cinta bisa pudar tanpa usaha yang ngotot untuk mempertahankannya. Seperti juga hal lain dalam kehidupan, cinta bisa berakhir. Atau, sebaliknya akan kuat jika dibarengi usaha untuk merawatnya. Kelestarian cinta sepenuhnya ada di tanganmu.

Cinta Harus Dipertahankan Oleh Dua Pihak

Pernah denger kan, peribahasa “Ada dukungan wanita kuat dibalik sukses setiap lelaki”?

Kebenarannya tak lagi bisa disangkal. Sebaliknya dibalik setiap wanita yang berhasil, berdiri juga seorang lelaki dan kuat dan supportive.

Dukungan ini jalan dua arah, lho! Kesalahan terbesar yang sering terjadi, adalah banyaknya manusia yang menganggap dukungan ini sebagai hal yang remeh. Jangan berpikir, cuma dia aja yang harus mendukungmu. Kamu juga harus melakukan hal yang sama karena dukungan bukanlah jalan tol satu arah.

Bicara tentang support dalam keluraga, jangan ingat jalan tol. Sebaliknya, ingatlah jalan arteri. Harus arus dua arah yang menguatkan hubungan tersebut. Kesamaan niat dan komitmen untuk mempertahankan cinta dan pernikahan dalam segala situasi.

Kata Engkong gua, “Kalau situ pengen dapat dukungan dari pasangan, situ juga kudu ngasih dukungan dan nguatin pasanganmu.”

Pasangnmu bukan satu-satunya yang menarik

Hi, kamu …. iya kamu yang sudah nikah *Nunjuk daster merah yang lagi ngupil* Inget nggak, kenapa kamu milih dia? karena kamu menganggapnya menarik, bukan?

“Iya lah … dari sekian banyak mantanku dulu, dialah yang paling menarik.” jawabmu sambil menyibak poni.

Saya seperti melihat adegan film slow motion. Saat pipimu memerah. kamu bilang ‘Yeeeees….’ pas dia berlutut dan mengucapkan ‘Will you marry me?” dan pandangan kalian pun bertemu.

Mungkin saat itu dialah orang yang paling menarik. Tapi, itu tidak berarti kamu tidak memiliki hasrat terhadap orang lain.

Masih inget, kan. Anggapan masyarakat bahwa rasa tertarik pada orang lain yang bukan pasangan adalah sejenis perselingkuhan. “Rasa tertarik semacam itu salah dan terkutuk!” katanya.

Kenyataannya, perasaan semacam itu bukan perasaan yang salah.

Yeaaaaa … kalau kamu masih sejenis dengan saya – makhluk tuhan yang bernama manusia. Alami banget sih kalo cuma tertarik pada orang lain. Yang salah itu kalau rasa tertarik itu diwujudkan dengan tindakan, diikuti pengabaian dan berakhir dengan perselingkuhan.

Tepuk tangan buat saya.

Kesulitan Menguatkan Cinta dan Pernikahan

Sudah saya singgung di depan bahwa hubungan yang sempurna itu tidak ada.

Setuju apa setuju?

Kalo nggak, silahkan ke toilet sejenak. Lepasin hasrat muntah baca tulisan saya yang narcis.

Gelombang pasang surut dalam suatu hubungan itu pasti ada.  Itu kan, yang sudah saya katakan di awal tulisan ini?

Fenomena ini tidak cuma terjadi selama masa pacaran, tapi lebih kompleks lagi setelah menikah karena banyak hal ikut terlibat; ekonomi, urusan anak, mertua. Bahkan, urusan bau mulut dan narok cucian kotor sembarangan juga bisa jadi bahan pertengkaran.

“Jika semua rumah tangga memiliki masalah, terus kapan dong bahagianya?” mungkin pertanyaan itu yang ada dalam kepalamu sekarang.

Yang membedakan mereka yang berbahagia dan tidak dalam menjalani suatu hubungan adalah sikap! Yaaaa …. bagaimana kita bersikap saat periode sulit itu menghadang. Kita semua punya pilihan; Menyerah pasrah, lelah kemudian kalah karena pernikahan itu tidak sesuai dengan ekpektasi awal saat menikah. Atau bersikap saling menguatkan dan tetap mencitai pasanganmu hingga badai itu reda.

Jika kamu bisa bertahan, maka jalan kebahagiaan akan lebih terbuka lebar. Kok bisa? Karena menjalani masa sulit bersama sering membuat ikatan emosi makin kuata hingga hubungan berikutnya akan makin solid.

Masa Lalu Membawa ke Masa Depan

Banyak orang yang takut membina hubungan serius dengan lawan jenis karena satu hal. Pengalaman traumatis yang menakutkan! Mereka takut hubungan yang akan dijalaninya berakhir gagal seperti sebelumnya. Mereka ngeri kegagalan tersebut dengan sendirinya terulang. Semacam kutukan, semacam lingkaran setan!

Sungguh! Ini sejenis rasa takut yang tidak boleh terjadi. Rasa takut yang entah mengapa sering jadi kenyataan.

Satu-satunya cara untuk mematahkan lingkaran setan ini adalah menyadari, bahwa masa lalu itulah yang membawa kita ke masa depan. Jelas, hubunganmu di masa depan tidak harus sama dengan kepahitan yang terjadi di masa lalu. Siapapun yang mampu menganggap masa lalu yang buruk sebagai jalan menuju masa depan yang lebih cerah, dia tak akan takut menjalani hubungan berikutnya.

Kehidupan Sex Akan Berubah

Berhubung ini topik yang paling panas jadi saya tulis di bagian akhir. Nunggu anak-anak tidur 🙂  Ini sedikit dewasa, ya! Yang belum cukup umur tutup mata dulu.

Jika kamu berpikir kehidupan seks setelah menikah akan terus bertahan seperti pada minggu-minggu awal perkawinan, kamu harus belajar lebih banyak tentang pernikahan. Ini bukan mitos, tapi fakta tentang cinta dan pernikahan. Kenyataaan yang tak terbantahkan. Buat mimi dan pipi yang sudah menikah, tak perlu khawatir.  Ini bukan  berarti bahwa kehidupan seks akan makin memburuk seiring bertambahnya usia perkawinan.

Suami istri yang mau mencoba banyak hal baru (Nah kan, gua bilang ini untuk dewasa :V  Gak perlu dijelasin lah buat kamu yang sudah nikah. Dikau yang belum nikah tanya aja, ya  …  sama teman yang sudah nikah juga boleh, tapi jangan sama Pak Erte.

Bukan cuma mencoba hal baru, tapi perlu juga memahami fantasi pasangan halalmu.

Caranya gimana?

Ya, tanya dia lah, masa mau nanya ke Pak Erte lagi.

Jika sepasang manusia itu sudah bisa memahami fantasi masing-masing, saya jamin deh, kehidupan sek-nya akan makin yahut. Hot dan spicy *Yeeeey, kayak iklan sambel aja!*

Nah sahabat, itulah tulisan tentang mitos dan fakta seputar cinta dan permikahan. Semoga bisa membangunkanmu dari mimpi, sehingga sanggup menerima kenyataan. Jika ada pengalamin pribadi silahkan tulis di kolom komentar.

2 thoughts on “Mitos dan Fakta Seputar Cinta dan Pernikahan

Silahkan tinggalkan balasan anda