Adult Player Memeras Korban Dengan Konten Porno

adult playerPada tulisan tentang pemerasan melalui aplikasi android porno sebelumnya, Admin pernah membahas tentang modus penipuan melalui 26 aplikasi porno palsu diantaranya; Just two of Us, Single Talk, My Photobox beta dan Gallery 2.0 Beta.

Tulisan kali ini akan membahas tentang Adult Player Memeras korban dengan konten porno.  Aplikasi palsu yang menawarkan kontent pornographi, dan melakukan pemerasan kepada pengguna dengan mengambil foto melalui kamera depan, kemudian mengunci perangkat dan meminta tebusan sejumlah uang.

Blokir situs dan program internet sehat yang dilakukan Menkominfo dengan menutup akses ke situs porno menyebabkan banyak penggemar situs porno beralih ke Android untuk mengakses konten pornographi.

Disamping banyak aplikasi palsu yang menawarkan akses bebas pada beberapa situs porno, minggu lalu beredar lagi aplikai Adult player. Walau dengan iming-iming menyajikan konten porno bagi pengguna, tujuan yang sesungguhnya dari aplikasi ini adalah untuk memeras korban dengan konten porno.  Aplikasi adult player mengambil photo pengguna dan memanfaatkannya untuk memeras korban.

 

Baca Juga : Pelaku Kejahatan Internet Melalui Aplikasi Android

Zscaler, sebuah perusahaan riset yang mengkhususkan diri dalam keamanan internet menemukan Adult Player. Aplikasi ini memang tidak tersedia di Google Playstore karena kebijakan yang ketat, tetapi dapat di download secara manual dari situs lain dengan bantuan google search

Disinyalir aplikasi porno palsu ini mengandung ‘Ransomware’ sejenis virus yang mengunci gadget atau smartphone pemilik kemudian meminta tebusan untuk mengaktifkannya kembali.

Pada saat instalasi, Adult player akan meminta akses admin agar aplikasi ini terpasang. Pengguna yang tidak curiga adanya motif penipuan, akan terjebak memberikan akses sehingga saat  mulai digunakan, adult player mengambil gambar pengguna secara rahasia. Gambar akan ditampilkan pada layar smartphone dan mengunci total hape pengguna secara total. Perangkat cuma  bisa digunakan kembali dengan membayar tebusan sebesar 500 dolar.

Bacaan Lainnya : Bahaya Gadget Dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga

Ini bukan aplikasi porno pertama yang melakukan penipuan model tersebut. Bulai May lalu ditemukan aplikasi serupa yang bernama Porn Droid. Mereka mengelabui pemakai dengan mengaku sebagai petugas FBI. Modusnya adalah menuduh pengguna telah menonton tayangan porno dibawah umur, kemudian mengancam dan meminta denda sebanyak 500 dolar.

Aplikasi pemeras seperti Adult Player bekerja dengan cara mengambil alih fungsi administrator pada hape pemilik, mengunci perangkat tersebut, dan mencegahnya dari penghapusan.

Melakukan re-start pada hape yang bersangkutan tak akan bisa menyingkirkan aplikasi tersebut.Pesan pemeras akan tetap muncul. Untuk pengguna yang berpengalaman, aplikasi tersebut masih bisa di un-install dengan melakukan re-boot dalam mode aman – ‘Safemode’. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Zscaler.

Boot perangkat anda pada mode aman. Caranya berbeda berdasarkan type dan merek hape anda.

    Safemode akan melakukan booting perangkat dengan settingan awal/default tanpa menjalankan aplikasi dari pihak ke tiga.

Tindakan pertama yang harus anda lakukan adalah membatalkan privilage  fungsi administrator dengan melakukan langkah berikut :

    • Pilih Security > Device Administrator > kemudian pilih ransomware app, pada kasus ini Adult player dan deactivate/non aktifkan.
    • Berikutnya ada tinggal melakukan pencopotan dengan melakukan; Setting >Apps >  Uninstall Adult Player.

buat pengguna Android yang ingin aman dan tidak jadi korban dari penipuan dan jebakan semacam ini,sebaiknya tidak memasang aplikasi diluar Google playstore dan jangan pernah memberikan previlege administrator pada aplikasi yang tidak anda percayai.

Semoga tulisan tentang aplikasi Adult player : Memeras Korban Dengan Konten Porno ini membuat kita lebih hati-hati dalam memilih dan memasang aplikasi pada perangkat android kit.

5 thoughts on “Adult Player Memeras Korban Dengan Konten Porno

  1. tambah banyak sekarang Mas. Di Amerika, Aplikasi yang masuk kelompok 'Ransomware' (Karena menyerang dan mengunci hape korbannya. Sudah marak dan nyerang aplikasi lain. Amannya sih, cuma install dari Google Play Store dan non aktifkan instalasi aplikasi dari pihak ketiga

  2. Dear Serena,

    Thanks for your visit. I used to have the same problem with you. If you use WordPress you may filter your search on wordpress free template by typing “Mobile friendly theme’ or ‘responsinve theme’. While of you use other paltform, you can utilize google search and put the same words on the google search. There are a plenty of responsive and mobile freindly theme either free or premium theme.

    Hopefully you can resolve your problem soon. Have a nice day

Silahkan tinggalkan balasan anda