Tamasya ke Gerbang Neraka di Turmenistan

Gerbang Neraka

Hello again pembaca,

Tamasya ke gerbang neraka? memang bisa?

Baca dulu ceritanya. Hari ini saya mau ngajak pembaca tamasya ke Gerbang Neraka.

Dalam pengertian gerbang neraka yang sesungguhnya, sudah pasti tidak bisa. Sebagai muslim saya percaya, tak akan ada seorangpun yang bisa tamasya ke neraka. Apalagi dalam keadaaan hidup. Menurut guru ngaji saya dulu, sepercik aja api neraka jatuh ke dunia, dunia dan segala isinya sudah pasti musnah.

Gerbang neraka yang saya maksud adalah salah satu kawasan di Turkmenistan, Republik Sosialis Soviet. Turkmenistan terletak di Asia Tengah dan berbatasan langsung dengan Iran di selatan, Afganistan di tenggara, Uzbekistan di utara, Kazakhstan di barat laut dan Laut Kaspia di barat. Kok bisa tahu? Saya aja nyontek dari tante Wiki, Kok!

Gerbang neraka adalah nama yang diberikan untuk sebuah kawasan pengeboran gas di padang pasir Karakum, Darwejze, Turmenistan.  Kawah api raksasa ini sudah berkobar lebih dari empat puluh tahun.
Mungkin kasusnya seperti yang terjadi pada kasus lumpur lapindo di Sidarjo, Surabaya. Kelalaian manusia dalam mengelola alam yang berakhir pada bencana. Bedanya, semburan yang keluar dari kawah raksasa ini adalah gas alam, bukan lumpur seperti pada kasus lapindo

pintu neraka

Pada awalnya, kawasan gerbang neraka tersebut  adalah tanah datar yang di bawahnya tersimpan cadangan gas alam. Ditemukan pertama kali oleh para ilmuwan Rusia pada tahun 1971.
Bencana terjadi akibat permukaan tanah yang  tidak kuat menahan beban dan tekanan dari alat pengeboran yang terpasang di atasnya. Akibatnya permukaan tanah   runtuh dan membentuk kawah api raksasa.  Gas methan yang menyembur keluar menyebabkan kelongsoran masiv dan membahayakan lingkungan.
Untuk melokalisir penyebaran gas tersebut,  para ilmuwan Rusia, mengambil tindakan cepat dengan membakar gas tersebut supaya tidak menyebar.   Awalnya cara ini dianggap paling murah dan efektif untuk mengatasi semburan gas yang luar biasa besar. Mereka meramalkan kobaran api dari gerbang neraka tersebut  hanya akan berlangsung beberapa hari saja. Dugaan ini meleset, hingga kobaran api tersebut masih berkobar hingga sekarang.
Sekarang kawasan ini menjadi daya tarik pariwisata di  Turmenistan yang banyak dikunjungi turis dari seluruh dunia. Kalau mau ikut saya tamasya ke gerbang neraka, tidak perlu meninggal dulu ya! Cukup siapkan ticket dan bekal secukupnya. Jangan lupa juga bawa ubi Cilembu sebagai bekal buat bakar-bakaran.
Ngomong-ngomong ada juga lho yang dijuluki Gerbang Sorga. Moga-moga bisa saya tulis pada tulisan berikutnya.
–oOo–
picture creidit : wikipedia/intheq8

4 thoughts on “Tamasya ke Gerbang Neraka di Turmenistan

Silahkan tinggalkan balasan anda